Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa nasib dan syarat berakhirnya perang ada di tangan Iran, bukan Amerika Serikat. Hal itu Araghchi sampaikan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Rabu, (25/3/2026).
Araghchi menolak tegas opsi gencatan senjata yang didorong AS. Menlu Iran itu menilai opsi AS itu sebagai jebakan yang hanya menciptakan siklus sia-sia seperti yang berulang kali terjadi dalam perang Israel-Hamas di Gaza.
Bagi Teheran, perang hanya boleh berakhir secara permanen. Dengan syarat musuh mendapat pelajaran, tidak lagi bermimpi menyerang Iran, dan membayar ganti rugi kepada rakyat Iran.
Araghchi juga membantah keras klaim Trump soal negosiasi produktif antara kedua negara, dan justru menyebutnya sebagai pengakuan kekalahan AS. Karena negara yang dulu menuntut penyerahan tanpa syarat Iran, kini justru menjadi pihak yang pertama meminta perundingan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: The Long Night - Quincas Moreira
#global #konflik #Daylinews #Iran #iranvsamerika #amerika #perangiran #abbasaraghchi