KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah karena menilai perang Iran dengan Israel-AS merupakan konflik yang dipicu oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu demi kepentingan politiknya.
Dalam pidatonya di Ankara, Erdogan memperingatkan bahwa konflik yang kian memanas telah berkembang menjadi krisis global dan berdampak pada stabilitas dunia.
Erdogan juga mendesak negara-negara di dunia untuk mengambil langkah berani dan proaktif guna menghentikan eskalasi kekerasan di kawasan Timur Tengah.
"Selama 25 hari terakhir, kita telah menyaksikan satu hal, meskipun ini adalah perang Israel, seluruh dunia turut menanggung akibatnya," kata Erdogan, Selasa (24/3/2026).