Mabes TNI melakukan pergantian jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Letjen TNI Yudi Abrimantyo, buntut penanganan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.
Letnan Jenderal (Letjen) TNI Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sejak 22 Maret 2024. Kini, pada Maret 2026, ia meletakkan jabatannya.
Pergantian jabatan Kabais TNI ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
Kapuspen Aulia menjelaskan pergantian pucuk pimpinan Bais TNI ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perkara penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais TNI.