:

Perang Iran Kuras Senjata AS, Krisis Logam Tanah Jarang Bikin Sulit Produksi

1 hari lalu

Amerika Serikat kian sulit memproduksi kembali senjatanya yang terkuras dan rusak akibat perang dengan Iran. Menipis stok amunisi dan senjata AS kini dipersulit dengan kenyataan mereka tidak bisa memproduksi ulang dalam waktu cepat, lantaran terbatasnya material logam tanah jarang.

Mengutip data dari South China Morning Post dan Reuters dilaporkan bahwa keterlibatan AS dalam agresi terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah menghabiskan rudal dan senjata berpemandu presisi senilai miliaran dolar, sehingga Washington kekurangan persediaan logam tanah jarang dan material penting lainnya yang tertanam dalam sistem militer canggih.

"Dan ini adalah saat-saat genting bagi pertahanan Amerika dan seluruh industri pertahanan, bahkan jika bukan karena perang dengan Iran," kata laporan itu.

Laporan tersebut menyatakan bahwa AS sangat bergantung pada China untuk pasokan logam tanah jarang, sehingga memberi Beijing pengaruh baru terhadap Washington, dengan waktu sekitar tiga minggu sebelum kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang belum diketahui waktu pastinya.

South China Morning Post dalam laporan sebelumnya menyatakan bahwa ketergantungan yang besar ini dapat berarti bahwa pada akhirnya China-lah yang dapat menentukan berapa lama serangan AS terhadap Iran dapat berlanjut.Tanpa disadari, solusi dari seluruh masalah AS itu ada di tangan China.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty

Music: Future - Anno Domini Beats

#global #konflik #iran #israel #iranvsisrael #iranamerika

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke