Iran menantang balik dengan mempersilakan AS mengirimkan pasukan darat ke kawasan. Ajudan senior Dewan Pertahanan Iran Ali-Akbar Ahmadian menegaskan bahwa selama dua dekade Iran telah berlatih strategi perang asimetris untuk menghadapi masuknya pasukan Amerika ke titik-titik yang telah ditentukan.
Ahmadian bahwa di akhir pesannya menyebut Amerika silakan untuk mendekat. Hal itu diungkap dalam cuitan di akun X pribadinya, Selasa (24/3/2026).
"Selama bertahun-tahun, kami telah menunggu masuknya pasukan Amerika ke titik-titik yang telah ditentukan, dan selama lebih dari dua dekade, kami telah berlatih dengan strategi #perang_asimetris untuk momen ini. Sekarang, kami hanya memiliki satu pesan untuk para prajurit Amerika: Mendekatlah," ungkap Ahmadian.
Di sisi AS, Pentagon dikabarkan akan mengirim 3.000 hingga 4.000 prajurit Divisi Lintas Udara ke-82 milik angkatan darat yang mampu dikerahkan dalam 18 jam. AS juga telah mempersiapkan opsi strategis mencakup pengamanan Selat Hormuz hingga pengerahan ke Pulau Kharg yang menyumbang 90 persen ekspor minyak Iran, meski belum ada keputusan final soal masuk ke wilayah Iran langsung.
Langkah ini membawa risiko politik besar bagi Trump yang sebelumnya berjanji menghindari konflik baru di Timur Tengah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Sumber Video: NBC VIA AFPTV
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Angelia Elza Berliana Sari
Produser: Marvel Dalty
Music: Duty Calls - Rod Kim
#global #konflik #Daylinews #iran #israel #iranvsisrael #iranamerika