Tahun 2026 baru dimulai, sedangkan konflik geopolitik seperti di Timur Tengah kian sulit diprediksi. Sementara itu, Indonesia tengah mempromosikan tren pariwisata berkelanjutan. Bagaimana pemerintah bisa menyikapi kondisi geopolitik yang akan memengaruhi prediksi biaya wisata yang lebih mahal nantinya? Serta bagaimana pelaku bisnis dan wisatawan menyiasati konflik ini?