Iran memberikan sinyal pembukaan terbatas Selat Hormuz. Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kapal-kapal yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat atau Israel diperbolehkan melintasi jalur strategis tersebut, asalkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Iran.
Meski menjadi kabar baik bagi banyak pihak, status pembukaan Selat Hormuz masih sangat tergantung situasi di medan perang. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melalui unitnya, Khatam al-Anbia, telah mengancam akan menutup selat sepenuhnya, jika AS nekat menyerang fasilitas listrik Iran.
Ancaman itu sendiri muncul sebagai respons atas ultimatum Presiden AS Donald Trump, yang meminta Iran membuka Selat Hormuz dalam 48 jam, atau menghadapi penghancuran pembangkit listriknya. Baru-baru ini Trump mengumumkan untuk menunda rencana penghancuran tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Akhmad Muawal Hasan
Music: Future - Anno Domini Beats
#Global #Konflik #PerangIran #SelatHormuz #PresidenIran #AmerikaSerikat #Israel #BlokadeSelatHormuz #HargaMinyakDunia #DonaldTrump