Pemerintah tengah merumuskan teknis penerapan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan penggunaan BBM di tengah konflik di Timur Tengah.
Meski mendapat respons positif dari masyarakat, efektivitas serta dampaknya terhadap sektor ekonomi masih menjadi sorotan. Karena itu, kebijakan ini belum disahkan dan masih dalam tahap kajian.
Pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi, menilai penerapan WFH pada hari terakhir kerja dinilai kurang efektif dalam menekan konsumsi BBM. Pasalnya, hal ini justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, seperti bekerja dari tempat wisata atau kampung halaman.
Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #BOLDKompasTV