Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, warga Iran tidak serta merta merasa lega, sebab hanya dihentikan sementara, dan bayang-bayangnya masih menghantui.
Tokoh reformis Iran Ahmad Zeidabadi bahkan menyebut ancaman pemadaman listrik bagi 90 juta jiwa warga Iran jauh lebih mengerikan dibandingkan efek bom atom yang pernah AS jatuhkan ke Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia Kedua.
Pasalnya, serangan akan menghentikan pasokan air, makanan, sanitasi, transportasi, hingga keamanan. Zeidabdi turut menilai, situasi apokaliptik itu bisa lebih buruk daripada yang digambarkan Jose Saramago dalam novelnya berjudul Blindness.
Simak selengkapnya dalam video berikut
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Angelia Elza Berliana Sari
Produser: Akhmad Muawal Hasan
Music: Taking Chances - The Soundings
#Global #Konflik #DonaldTrump #Iran #PerangIran #AmerikaSerikat #BomAtom #Hiroshima #Nagasaki #FasilitasEnergiIran #SelatHormuz
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/24/060231070/meski-ditunda-ancaman-trump-ke-iran-disebut-lebih-ngeri-dari-bom-atom