SUMATERA UTARA, KOMPAS.TV - Seorang pria asal Kabupaten Karo berhasil mengolah limbah tempurung kelapa menjadi arang briket yang bernilai ekonomis.
Kini, hasil produksinya telah dipasarkan ke rumah makan hingga hotel.
Memanfaatkan limbah tempurung kelapa, Pebri Sembiring, seorang petani di Kabupaten Karo, membuat arang briket yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain itu, arang briket dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap saat digunakan. Dalam satu kilogram, arang briket mampu menyala selama 1 hingga 2 jam.
Awalnya, Pebri mengaku hanya mencoba mengolah tempurung kelapa menjadi arang briket setelah mempelajarinya dari media sosial.