TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru bicara markas pusat militer Iran, Ebrahim Zolfaghari menanggapi ultimatum Presiden AS Donald Trump jika Selat Hormuz tidak dibuka selama 48 jam, Amerika akan menyerang pembangkit listrik Iran.
Ebrahim mengatakan Iran tidak gentar dengan ancaman Trump, jika ancaman itu terjadi maka Iran akan menghancurkan perusahaan Amerika di kawasan Timur Tengah hingga menyerang pembangkit listrik AS-Israel.
“Semua pembangkit listrik, infrastruktur energi, dan teknologi informasi rezim AS-Israel akan menjadi target utama. Semua perusahaan serupa di wilayah yang memiliki pemegang saham Amerika akan dihancurkan sepenuhnya,” ujar Ebrahim, Minggu (22/3/2026).