Penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Islam (IRGC), membuat AS mengambil langkah mengejutkan dengan melonggarkan sanksi terhadap penjualan minyak Iran.
AS mengizinkan sekitar 140 juta barel minyak milik Iran yang terdampar di lautan untuk dijual ke pasar global hingga 19 April 2026.
Kebijakan ini adalah respons atas lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus 112 dolar AS per barel atau naik 53 persen akibat penutupan Selat Hormuz. Kebijakan Menteri Keuangan Scott Bessent ini dirancang untuk mengalihkan pasokan minyak Iran dari China ke negara-negara lain seperti India, Jepang, dan Malaysia.
Lantas, apakah langkah ini menguntungkan Iran?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Angelia Elza Berliana Sari Produser: Marvel Dalty