Seorang warga Jerman, Rudolf Smend, mengelola museum batik Indonesia di Kln, Jerman, secara mandiri sejak 1973 karena kecintaannya terhadap budaya Indonesia.
Di usia 85 tahun, ia tetap membuka museum tersebut untuk umum secara gratis tanpa dukungan pemerintah.
Namun, lonjakan harga properti membuat Rudolf memindahkan koleksi batiknya ke galeri yang lebih kecil.