Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menjelaskan bahwa AI yang membutuhkan daya komputasi sangat besar, membuat konsumsi listrik dan air untuk pendinginan pusat data meningkat tajam.
Infrastruktur inilah yang berkontribusi terhadap emisi karbon, terutama jika listrik masih bersumber dari bahan bakar fosil.
Senada, Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr. Pratama Persadha menegaskan persoalannya bukan pada algoritma AI, melainkan pada ekosistem energi yang menopangnya.
Meski demikian, AI juga dinilai dapat menjadi bagian dari solusi krisis iklim jika dimanfaatkan untuk efisiensi energi dan optimalisasi sistem kelistrikan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih Video Editor: Lina Tiyas Patmulasih Produser: Naufal Noorosa Ragadini