Perang modern di Timur Tengah kini tidak lagi hanya soal siapa yang punya senjata paling canggih tapi siapa yang punya algoritma paling tajam. Dalam serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, tiga nama besar teknologi dunia yakni Claude milik Anthropic, Palantir, dan OpenAI terbukti memainkan peran krusial sebagai tulang punggung mesin perang paling canggih yang pernah ada.
Mulai dari mengumpulkan data intelijen, menentukan koordinat target, hingga mensimulasikan serangan balasan dalam hitungan jam. Namun di balik kecepatan dan ketepatannya, kontroversi terus bermunculan. Claude dipakai diam-diam tanpa sepengetahuan Anthropic, Palantir diduga menjadikan Gaza sebagai laboratorium hidup teknologi penargetan massalnya, dan di hari pertama serangan ke Iran, sebuah sekolah dasar perempuan hancur akibat diduga kesalahan algoritma.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #iranvsamerika #AI