Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan waktu Lebaran sebagai pemicu perpecahan.
Menag menekankan, momen Idulfitri tetap harus dimaknai untuk mempererat hubungan, kebersamaan dan persatuan.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Sementara itu, sejumlah organisasi seperti Muhammadiyah merayakan Lebaran lebih awal, yakni Jumat, 20 Maret 2026.
Lebih lanjut Menag menyatakan perbedaan hari Lebaran bukan hal baru di Indonesia, dan semangat Idulfitri seharus tetap menjadi perekat, bukan pemisah.