Badan intelijen Amerika Serikat menyampaikan informasi bahwa Iran sedang tidak membangun kembali kapasitas pengayaan nuklir, yang sebelumnya sudah dihancurkan dalam serangan militer AS-Israel pada Juni 2025.
Temuan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump soal ancaman pengembangan nuklir Iran, dan yang dijadikan alasan utama untuk melancarkan serangan ke Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Sumber Video: Viory Penulis: Inas Rifqia Lainufar Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Katarina Astriyani Setyaningsih Produser: Akhmad Muawal Hasan