KOMPAS.TV - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman angkat bicara perihal TNI dan polisi yang berbeda dalam menyampaikan inisial prajurit yang menjadi pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Habiburokhman memberi contoh bahwa aparat bisa saja memberi inisial yang berbeda, padahal identitasnya sebenarnya sama.
"Ya ini masih berjalan ya. Kalau inisial kan misalnya namanya Muhammad Udin, ada yang menyatakan MU, ada yang MUDN, macam-macam pilihan huruf yang menjadi inisial," ujar Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).