Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi tidak dirayakan secara bersamaan.
Perbedaan ini muncul karena metode penentuan awal Syawal yang digunakan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah tidak sama.
Pemerintah melalui sidang isbat menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dengan kriteria imkanur rukyah.
Observatorium Bosscha menyebut posisi hilal pada 19 Maret 2026 sangat dekat dengan matahari sehingga sulit diamati.
Keputusan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Wahyu Wachid Anshory
Penulis Naskah: Shafa Maulita Maulana
Narator: Shafa Maulita Maulana
Video Editor: Shafa Maulita Maulana
Produser: Yusuf Reza Permadi (Ervan)
#Saintek #Sains ##DailyNews #Hilal #Ramadhan2026 #Lebaran2026#Syawal1447H #Bosscha #SidangIsbat #Astronomi #InfoLebaran #Indonesia
Music: Icelandic Arpegglos - DivKid
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2026/03/18/160400688/hilal-sulit-terlihat-bosscha-ungkap-posisi-bulan-jelang-idul-fitri