Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khabtizadeh menyindir Presiden Donald Trump yang menggunakan pajak warga Amerika Serikat dan darah tentara demi memenuhi agenda Israel berperang melawan Iran. Hal itu diungkap Khabtizadeh dalam wawancaranya dengan SKY media asal Inggris, Senin (16/3/2026).
"Mereka seharusnya tidak menerima nasihat dari mereka yang tidak mengenal Iran, yang selama beberapa dekade ingin memenangkan perang melawan Iran dengan uang pembayar pajak Amerika dan darah tentara Amerika. Netanyahu dan rezim Israel, seperti halnya semua pihak, memiliki agenda sendiri untuk, Anda tahu, menjadikan perang ini kemenangan bagi mereka dengan mengorbankan semua orang." ungkap Khabtizadeh.
Ketegangan verbal ini diikuti dengan aksi militer nyata pada Selasa (17/3/2026), saat Iran meluncurkan gelombang serangan ke-58 menggunakan salvo rudal balistik termasuk jenis Fattah, Kheibar Shekan, dan Khorramshahr ke arah Israel serta pangkalan AS di Irak, Arab Saudi, hingga Bahrain.
Sementara di Amerika Serikat, warga mulai mengeluhkan harga bensin yang terus merangkak naik.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #iran #amerika #iranvsusa #iranvsamerika #perangiran