:

Lebaran 2026 Berpotensi Beda, Begini Penetapan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

6 jam lalu

Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi tidak dirayakan secara bersamaan.

Perbedaan ini muncul karena metode penentuan awal Syawal yang digunakan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah tidak sama.

Pemerintah melalui sidang isbat menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dengan kriteria imkanur rukyah.

Sementara NU juga berpegang pada hisab dan rukyat yang sah, dengan penekanan ketat pada validitas data hilal.

Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan awal Syawal menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal global (KHGT), yang tidak bergantung pada pengamatan langsung.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis: Mohamad Bintang Pamungkas
Penulis Naskah: Meiva Jufarani
Narator: Meiva Jufarani
Video Editor: Meiva Jufarani
Produser: Yusuf Reza Permadi(Ervan)

#Politik #Pemerintah #Lebaran2026 #IdulFitri2026 #SidangIsbat #1Syawal

Music: Sands of time - Patrick Patrikios

Artikel terkait:
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/03/18/15320351/kenapa-lebaran-2026-berpotensi-beda-begini-penetapan-pemerintah-nu-dan

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke