Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi tidak dirayakan secara bersamaan.
Perbedaan ini muncul karena metode penentuan awal Syawal yang digunakan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah tidak sama.
Pemerintah melalui sidang isbat menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dengan kriteria imkanur rukyah.
Sementara NU juga berpegang pada hisab dan rukyat yang sah, dengan penekanan ketat pada validitas data hilal.
Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan awal Syawal menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal global (KHGT), yang tidak bergantung pada pengamatan langsung.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Mohamad Bintang Pamungkas Penulis Naskah: Meiva Jufarani Narator: Meiva Jufarani Video Editor: Meiva Jufarani Produser: Yusuf Reza Permadi(Ervan)