Iran menyindir keputusan Presiden Donald Trump yang meminta bantuan China dan NATO untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut AS putus asa hingga meminta bantuan kepada sosok yang disebutnya musuh. Para analis menilai ucapan itu menyorot kepada China yang selalu dikenal sebagai anti-tesis atau sisi kontra AS dalam urusan politik dunia.
Di sisi lain, Qatar menyuarakan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik yang mulai menyasar infrastruktur sipil di negara-negara Teluk, seperti serangan terhadap tangki bahan bakar Bandara Dubai, dan mendesak Amerika Serikat segera melakukan de-eskalasi sebelum siklus kekerasan ini melumpuhkan ketahanan energi dunia.
Menjawab situasi di kawasan Teluk, Presiden Donald Trump malah berkilah dirinya terkejut dan tidak tahu bahwa serangan balasan Iran bisa sebesar itu kepada negara-negara Arab. Hal itu diungkapnya pada Senin, (16/3/2026) di Gedung Putih, AS.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: VIORY
#global #konflik ##kompascomlab #iranvsamerika #iran #amerika #donaldtrump #trumpiran