Meskipun secara konvensional kalah jumlah alutsista dari Amerika Serikat dan Israel, Iran menerapkan strategi "gerilya langit" dengan menyempurnakan taktik asimetris untuk melumpuhkan dominasi militer lawannya melalui penguasaan teknologi navigasi dan komunikasi.
Di Selat Hormuz, Iran menciptakan kabut digital dengan taktik jamming dan spoofing GPS yang membutakan sistem navigasi lebih dari 1.200 kapal, mengubah jalur vital tersebut menjadi labirin mematikan yang tak terbaca radar.
Di sisi serangan, Iran meningkatkan akurasi rudalnya secara drastis dengan beralih dari sistem navigasi inersia ke satelit Beidou milik China yang lebih presisi, terenkripsi, dan mampu mengoreksi arah target secara real-time.
Kekuatan ini disempurnakan dengan teknik serangan salvo yang secara sistematis menghancurkan titik-titik radar peringatan dini Amerika Serikat di Timur Tengah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Reviver - The Grey Room _ Density & Time
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AS #AsimetrisIran #SelatHormuz #China #SatelitBeidou #SatelitChina