Amerika Serikat gagal membaca taktik pertahanan Iran yang jauh lebih dalam dari yang diperkirakan Washington. Strategi ini bernama Mosaic Defense atau strategi Mosaik, sebuah doktrin yang tidak lahir dari ruang kosong, melainkan hasil evolusi dari kelemahan menjadi kekuatan.
Menariknya, dasar pemikiran ini memiliki kemiripan dengan teori perang kuno Mao Zedong dari China era 1930-an. Intinya: pihak yang lemah tidak perlu mengalahkan musuh kuat dengan cepat, melainkan dengan mengulur waktu, menguras logistik, dan membuat musuh kelelahan dalam perang yang tak berujung.
Iran memodifikasi teori ini dengan "nafas Islam" yang kuat, menciptakan sistem pertahanan yang terdesentralisasi. Jika satu bagian "mosaik" pecah, bagian lain tetap utuh dan berfungsi secara mandiri. Bahkan, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah menyiapkan empat lapisan pengganti untuk setiap posisi kunci demi memastikan sistem tetap berjalan meski ia gugur.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #iranamerika #iranvsisrael #mosaicdefense