Amerika Serikat mengakui salah dalam serangan rudal yang menghantam sekolah putri di Minab, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
AS mengaku serangan itu terjadi akibat kesalahan data intelijen yang usang. Intelijen AS dikabarkan salah memetakan keberadaan IRGC yang sudah tidak lagi bermarkas di sana. Insiden tersebut menewaskan lebih dari 170 orang.
Kasus ini semakin dikecam dunia lantaran adanya temuan pemetaan dan keputusan serangan ke sekolah dasar itu berdasarkan perintah artificial intelegence (AI) dalam operasi militer. AS diduga secara sadar menyerahkan serangan mereka pada instruksi AI.