JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat yang semakin kompleks setelah Iran mengambil langkah strategis dengan mengancam dan berpotensi mengendalikan jalur energi global di Selat Hormuz.
Peneliti Senior Imparsial sekaligus Ketua Centra Initiative, Al Araf, menilai perang di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi politik Amerika Serikat.
"Tentu dalam perang selalu ada hitungan apa yang disebut dengan center of gravity. Orang menghitung apa center of gravity lawan yang ketika dilumpuhkan dia akan kacau. Nah, dalam konteks itu ekonomi menjadi sasaran buat Iran. Maka itu ditutuplah Selat Hormuz," kata Al Araf dalam program BOLA LIAR, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan konflik ini tidak bisa dilihat hanya dari tiga aktor utama-Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Baca Juga Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Jalur Minyak Dunia Terancam | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/656766/konflik-iran-vs-israel-as-memanas-jalur-minyak-dunia-terancam-bola-liar
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/656767/kuasai-selat-hormuz-iran-pegang-kartu-strategis-konflik-timur-tengah-bola-liar