KOMPAS.TV - Klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut telah menang atas Iran, tidak serta-merta membuat Iran menghentikan serangan ke basis militer dan fasilitas pendukung musuhnya.
Dalam gelombang serangan ke-42, Iran kembali menargetkan Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan drone Iran juga menyasar fasilitas penyimpanan bahan bakar di sejumlah negara tetangganya, salah satunya di Oman. Akibat serangan tersebut, fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pelabuhan Pelabuhan Salalah, Oman, dilaporkan terbakar hebat.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyebut kegagalan invasi Israel dan Amerika Serikat telah menyebabkan kehancuran mental bagi tentara dan politisi kedua negara tersebut.
Ia secara khusus memberikan peringatan keras kepada Donald Trump dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat memulai perang, namun Iran yang akan menentukan kapan konflik tersebut berakhir.
Klaim Iran bahwa mereka tidak akan kalah dari serangan Amerika Serikat dan Israel menunjukkan kekuatan armada militer Iran yang tidak bisa dianggap sepele oleh musuhnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan AS telah menang sejak serangan pertama ke Iran.
Namun, Trump menyatakan tidak ingin segera mengakhiri operasi militer karena menurutnya misi tersebut belum selesai.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap satu-satunya cara mengakhiri konflik di Timur Tengah adalah dengan memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Iran.
Salah satu syarat tersebut adalah adanya jaminan internasional bahwa agresi terhadap Iran tidak akan terulang kembali.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
#trump #as #iran #perang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/656718/trump-klaim-as-menang-rentetan-serangan-rudal-dan-drone-iran-makin-gencar-kompas-petang