KOMPAS.TV - Iran mengancam Amerika Serikat dan Israel bahwa serangan terhadap infrastruktur energinya akan memicu lonjakan harga minyak hingga melampaui 200 dolar AS per barel.
Hal ini disampaikan juru bicara markas besar Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, menanggapi serangan yang menargetkan infrastruktur Iran. Iran menyatakan kelanjutan perang akan mendorong harga minyak melewati 200 dolar AS per barel.
Perang yang masih memanas di Timur Tengah berpotensi memicu krisis energi dan memaksa sejumlah negara mengambil kebijakan darurat untuk menghemat bahan bakar.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyebut pemerintah Filipina menyiapkan langkah mengurangi dampak kenaikan harga BBM dengan menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu di beberapa kantor pemerintah.
Sementara itu pemerintah Myanmar sejak 7 Maret telah meluncurkan sistem penjatahan bahan bakar untuk kendaraan pribadi. Pemerintah Myanmar juga memberlakukan skema ganjil-genap untuk pelat nomor kendaraan, kecuali kendaraan listrik.
Baca Juga Iron Dome Israel Jebol? Detik-Detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv! | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/656629/iron-dome-israel-jebol-detik-detik-rudal-iran-hantam-tel-aviv-kompas-siang
#hargaminyak #iran #amerikaserikat
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/656638/iran-as-saling-balas-serangan-dan-ancaman-harga-minyak-dunia-terancam-makin-meroket-kompas-siang