JAKARTA, KOMPAS.TV - Keputusan Panglima TNI menetapkan status siaga satu juga memicu pertanyaan publik, di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran.
Salah satu WNI yang baru dievakuasi dari Iran, Zulfan Lindan, menilai kebijakan tersebut seharusnya dijalankan secara terukur dan tidak perlu diumumkan secara terbuka.
Menurut Zulfan Lindan, dalam sistem keamanan negara, status siaga satu merupakan langkah di tahap akhir atau hilir dari proses pengamanan.
Sebelum sampai pada keputusan tersebut, seharusnya berbagai persoalan di tingkat awal terlebih dahulu ditangani melalui koordinasi antar lembaga keamanan.
Mulai dari penguatan sektor ekonomi hingga pemantauan situasi keamanan oleh lembaga intelijen seperti BIN dan BAIS.
Zulfan juga mempertanyakan alasan di balik pengumuman status siaga satu secara terbuka kepada publik.
Menurutnya, langkah tersebut justru dapat memunculkan kebingungan di tengah masyarakat. Kesiagaan militer seharusnya dilakukan secara senyap melalui koordinasi intelijen, bukan diumumkan secara terbuka.
Zulfan Lindan menilai, status siaga satu militer seharusnya menjadi mekanisme internal TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/X3mKcJSGjDU
#iran #israel #indonesia
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/656537/panglima-tni-tetapkan-siaga-1-zulfan-lindan-untuk-apa-diumumkan-ke-rakyat-rosi