:

Jejak Pergerakan Cipasung: Perlawanan dari Era Kolonial hingga Orde Baru | Jelajah Pesantren

4 hari lalu

Pondok Pesantren Cipasung bukan sekadar tempat menimba ilmu agama. Di kaki Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat institusi ini berdiri teguh sebagai basis pergerakan yang mengawal marwah dan kehormatan bangsa.

Dalam episode Jelajah Pesantren kali ini, kami menelusuri jejak sejarah yang tertanam jauh sejak era kolonial hingga tekanan politik Orde Baru.

Dari sini kita bisa bisa mengetahui militansi Kiai Ruhiat, kisah pendiri Cipasung yang 6 kali masuk penjara Belanda dan selamat dari upaya penembakan saat mengimami salat.

Kemudian upaya Kiai Ruhiat dalam diplomasi jas dan dasi. Bagaimana intelektualitas dan penampilan menjadi senjata untuk mengangkat derajat santri di mata penjajah.

Serta, peristiwa jalannya Muktamar NU 1994, di mana Cipasung menjadi saksi kemenangan kedaulatan ulama dan terpilihnya kembali Gus Dur di tengah intervensi penguasa.

Serta metode pengajaran nalar kritis lewat bahtsul masail yang terus dijaga. Bertujuan untuk melihat bagaimana kemandirian berpikir santri dirawat untuk menjawab tantangan zaman.

#JelajahPesantren #Cipasung #KiaiRuhiyat #GusDur #Tasikmalaya #MuktamarNU #SejarahIndonesia #PondokPesantren

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke