JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menilai pemerintah perlu merumuskan langkah yang tepat dalam menghadapi kemungkinan krisis nasional.
Menurutnya, jika situasi benar-benar memburuk, pemerintah dapat mengeluarkan maklumat yang berisi tahapan penanganan krisis, termasuk menghadapi potensi darurat bahan bakar maupun pangan.
Namun Hasanuddin mengingatkan agar langkah tersebut tidak berujung pada kebijakan yang terlalu ekstrem, seperti penerapan darurat militer.
Menurutnya, status siaga militer memang diperlukan dalam kondisi tertentu, namun tidak perlu diumumkan secara berlebihan karena berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sementara itu, pakar hukum tata negara Feri Amsari menilai situasi nasional saat ini menimbulkan berbagai interpretasi di publik.
Menurutnya, pernyataan pemerintah yang menyebut kondisi ekonomi baik-baik saja berbeda dengan peringatan Presiden mengenai potensi kesulitan yang harus diantisipasi.
Feri menilai hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai kondisi sebenarnya yang sedang dihadapi negara.
Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan pemerintah memang sedang menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan krisis.
Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil, dengan inflasi yang terkendali serta ketersediaan bahan pokok yang tetap terjaga.
Namun pemerintah tetap perlu bersiap menghadapi berbagai dampak global, termasuk konflik geopolitik seperti perang di Timur Tengah.
Bagaimana menurut Anda?
#iran #israel #USA
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/656290/panglima-tni-siaga-dpr-ingatkan-jangan-overdosis-darurat-militer-satu-meja