JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, mempertanyakan alasan prolog dalam surat perintah kesiapsiagaan TNI yang mengaitkan status siaga dengan konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, secara militer Indonesia masih jauh dari dampak langsung perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.
TB Hasanuddin menjelaskan, status siaga dalam militer merupakan alat kendali komando dari Panglima TNI kepada satuan pasukan untuk mempersiapkan kekuatan dalam kondisi tertentu.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyatakan, tugas seorang pemimpin adalah mengidentifikasi potensi masalah dan menyiapkan berbagai skenario menghadapi kemungkinan krisis.
Menurutnya, perang Iran dan Israel-AS telah memicu lonjakan harga minyak dunia, yang dapat berdampak langsung pada Indonesia sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi.
Pemerintah, kata Qodari, kini menyiapkan berbagai langkah strategi antisipasi, mulai dari mencari alternatif pasokan energi, hingga mempercepat transisi energi dari sumber fosil ke energi terbarukan.
Ia juga menegaskan, Presiden Prabowo Subianto telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi dampak terburuk dari krisis global.
pakar hukum tata negara Feri Amsari mengingatkan bahwa konflik global juga berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi nasional.
Menurutnya, jika tekanan ekonomi tidak diantisipasi dengan baik, maka dampaknya dapat merembet pada stabilitas ketatanegaraan.
Karena itu, ia berharap pemerintah mempersiapkan perencanaan yang matang, terutama terkait pengelolaan anggaran dan kewajiban pembayaran utang negara yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.
Bagaimana menurut Anda?
#iran #israel #USA
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/656286/panglima-tni-tetapkan-siaga-1-dampak-perang-iran-vs-israel-as-dpr-too-early-satu-meja