Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran terhadap pelaksanaan ibadah haji 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan langkah tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden, sambung Dahnil, meminta penyelenggaraan ibadah haji 2026, harus mengutamakan keselamatan jemaah.
Mengenai pemberangkatan, pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah opsi, dengan melihat situasi keamanan di Timur Tengah.
Salah satu skenario yang disiapkan adalah pengalihan rute menuju Arab Saudi. Nantinya, pemerintah akan berusaha memilih jalur penerbangan yang aman.
Opsi perubahan rute tersebut akan dikoordinasikan dengan otoritas negara yang dilintasi, termasuk kemungkinan melalui jalur selatan atau Afrika.