Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengumumkan, sekitar 140 personel militer Amerika Serikat (AS) terluka dalam serangan balasan Iran hingga Selasa (10/3/2026). Parnell menyebut tujuh di antaranya mengalami luka serius.
Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di Teluk Arab sejak 28 Februari 2026.
Serangan usai AS dan Israel memulai perang dengan gelombang serangan udara yang membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Sean Parnell dalam keterangan tertulis yang dikutip Associated Press, Selasa (10/3/2026), mengakui tujuh tentara AS tewas dalam serangan roket dan drone Iran di pangkalan militer AS di Arab Saudi dan Kuwait.