KOMPAS.TV - Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan lebih dari selusin kapal Iran yang memasang ranjau di sekitar Selat Hormuz pada Selasa waktu setempat.
Merespons hal itu, Iran bersumpah akan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut dengan mengatakan tidak akan mengizinkan bahkan satu liter pun dikirim ke musuh-musuhnya.
Militer Amerika merilis video yang menunjukkan 16 kapal Iran dihancurkan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut tidak segera menyingkirkan ranjau di selat tersebut.
Pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat itu berbeda dengan sinyal yang sebelumnya disampaikan Trump bahwa perang akan segera berakhir.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel hanya mungkin terjadi setelah ada jaminan bahwa tindakan atau serangan demi serangan tidak akan terulang.
Ia juga menyatakan Iran tidak melakukan agresi, melainkan membela diri, serta menegaskan bahwa penghentian perang berada di tangan Iran.
Hingga beberapa jam lalu, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel masih menghantam Teheran, Iran. Sedikitnya enam warga Iran dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: 1.230 Orang Tewas, Infrastruktur Rusak | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/656195/dampak-serangan-as-israel-ke-iran-1-230-orang-tewas-infrastruktur-rusak-kompas-petang
#pesawattempur #as #perang #iran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/656198/perang-belum-berakhir-as-serangan-makin-intens-pesawat-tempur-ditambah-kompas-petang