Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah imbas perang Iran vs Amerika Serikat-Israel masih lebih baik dibandingkan Malaysia dan Thailand.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam sesi konferensi pers APBN Kita pada Rabu (11/2/2026).
"Rupiah terdepresiasi 0,3 persen, jauh lebih baik dari mata uang negara-negara sekeliling kita, Malaysia (terdepresiasi) 0,5 persen, Thailand 1,6 persen," kata Purbaya.
Adapun nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (10/3/2026).
Pelemahan rupiah dipicu faktor eksternal dan internal. Konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang memicu penutupan Selat Hormuz meningkatkan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan dana ke aset yang dianggap aman seperti dollar Amerika Serikat.
Penguatan dollar membuat mata uang negara berkembang termasuk rupiah ikut melemah.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut ini.
Penulis: Ahmad Zilky
Video Jurnalis: Ahmad Zilky
Penulis Naskah: Ahmad Zilky
Video Editor: Ahmad Zilky
Produser: Nursita Sari
#purbaya #ekonomi #nilaitukarrupiah #rupiah #RupiahMelemah #IranVsAS #vjlab