:

Iran Jebak AS di Teluk, Senjata Canggih Washington Tak Jamin Menang Strategis

10 jam lalu

Taktik serangan drone dan rudal Iran di kawasan Teluk Arab berhasil meruntuhkan kecanggihan senjata AS sejak perang pecah 28 Februari 2026.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei yang diprediksi akan meruntuhkan rezim Iran justru menjadi bumerang strategis bagi Amerika Serikat dan Israel, karena Teheran berhasil melakukan suksesi kepemimpinan yang mulus kepada Mojtaba Khamenei dan tetap menjalankan mesin perangnya tanpa hambatan.

Alih-alih panik, Iran menerapkan strategi "perang tanpa batas" melalui sistem komando terdesentralisasi (mosaic defense) dan eskalasi agresif yang menyeret 12 negara serta melumpuhkan rantai pasok ekonomi global di kawasan Teluk.

Meskipun AS dan Israel mendominasi wilayah udara, mereka gagal mencapai kemenangan strategis karena struktur militer Iran tetap solid tanpa adanya pembelotan massal atau keruntuhan internal. Pada akhirnya, Iran tidak berupaya mengalahkan AS secara teknologi, melainkan lewat ketahanan jangka panjang yang dirancang untuk menguras stamina ekonomi, politik, dan psikologis musuhnya, memaksa Washington menghadapi pilihan sulit antara menurunkan ego untuk bernegosiasi atau terjebak dalam perang yang tak berujung.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Standoff - Density _ Time

#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #Iranamerika #iranperang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke