MALANG, KOMPAS.TV - Satu persatu sopir bus yang masuk di Terminal Arjosari oleh anggota Dinas Perhubungan diarahkan menuju ke lokasi pemeriksaan kesehatan. Baik sopir utama maupun sopir cadangan bus antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi langsung menjalani pemeriksaan mulai pemeriksaan gula dan tekanan darah, tes kadar alkohol dalam tubuh hingga tes urin.
Tes urin ini dilakukan untuk mengetahui apakah sopir terindikasi mengonsumsi narkoba atau tidak. Sopir yang sudah menjalani serangkaian tes kesehatan dan dinyatakan sehat akan mendapatkan surat kelayakan jalan. Namun bagi sopir yang dinyatakan tidak laik jalan, petugas akan memberikan surat rekomendasi kepada PO bus agar sopir diistirahatkan.
Dokter Husnul Muarif, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus ini untuk mengetahui kondisi kesehatan sopir jelang angkutan mudik lebaran. Dengan pemeriksaan kesehatan ini, bisa diketahui kondisi kesehatan sopir agar siap dalam angkutan mudik lebaran nanti.
"Pemerintah Kota Malang berusaha bagaimana supaya nanti di dalam operasi Ketupat semeru ini berjalan dengan aman dan lancar, ini salah satu kegiatannya yaitu pemeriksaan kesehatan pengemudi." Kata Husnul Muarif.
Sementara itu, menurut sejumlah pengemudi bus, pemeriksaan kesehatan ini cukup membantu bagi mereka. Iman, salah satu pengemudi cadangan bus Jakarta Malang mengaku dengan pemeriksaan ini pengemudi bisa mengetahui kondisi kesehatan dan bisa istirahat bila memang tidak layak jalan.
"Penting sekali bagi saya, karena kita kan bawa penumpang bawa orang, kalo kita memang badannya kurang fit ada dokter yang memeriksa," Kata Iman
Dalam pemeriksaan kesehatan dan tes urin ini diketahui kurangnya istirahat dan tekanan darah tinggi menjadi permasalahan umum pada sejumlah pengemudi bus.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/655946/pemeriksaan-kesehatan-sopir-bus-jelang-angkutan-mudik-lebaran