MALANG, KOMPAS.TV - Warga yang berdesakan di halaman Kantor Kecamatan Kedungkandang hingga jalan raya ini memaksa masuk ke dalam kantor kecamatan tempat pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang. Banyaknya warga yang memaksa masuk membuat beberapa warga terjatuh dan terinjak.
Tak berhenti di situ, di dalam kantor kecamatan, warga yang mayoritas adalah ibu rumah tangga melampiaskan kekecewaan mereka kepada petugas kecamatan karena setelah mengantre hingga tiga jam, warga tidak mendapat kuota pembelian sembako murah.
Menurut warga, seharusnya pasar murah ini digelar di tingkat kelurahan karena dengan kuota yang terbatas seperti saat ini tidak akan mencukupi untuk seluruh warga se kecamatan.
"Harusnya kalau kuotanya segitu jangan se kecamatan, dibagi per kelurahan, kalau gini kecewa, kasihan lansia, ibu hamil sama yang bawa anak, akhirnya nggak dapat." Keluh Umi.
Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang Luh Putu Eka menjelaskan bahwa dalam pasar murah ini pihaknya menyediakan 1300 paket sembako yang berisi beras lima kilogram, minyak goreng dua liter dan gula satu kilogram. Untuk paket sembako dengan total harga 150 ribu tersebut, warga cukup membayar 50 ribu.
"Jumlahnya 1.300 harganya itu kan Rp 150 ribu sebetulnya, kemudian ada subsidi, masyarakat hanya menebus Rp 50 ribu.
Pasar murah yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini digelar di lima kecamatan secara bergantian. Warga yang membeli harus menunjukkan KTP dan pembelian dibatasi hanya satu paket.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/655945/warga-di-malang-berdesakan-hingga-terjatuh-dan-terinjak-saat-berebut-sembako-murah