:

PT Vale Respons Sorotan Publik soal Proyek HPAL Sambalagi, Tegaskan Komitmen Transparansi

3 jam lalu

MAKASSAR, KOMPAS.TV - PT Vale Indonesia Tbk merespons berbagai perhatian publik terkait pengembangan proyek fasilitas pengolahan nikel berteknologi High Pressure Acid Leach atau HPAL di Sambalagi, Morowali. Perseroan menilai partisipasi masyarakat dan sorotan media sebagai bagian dari dinamika yang konstruktif dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta penguatan tata kelola industri pertambangan di Indonesia.

Perusahaan yang telah beroperasi lebih dari lima dekade di Indonesia itu menyatakan seluruh kegiatan usahanya dijalankan dengan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta penerapan standar Environmental, Social, and Governance yang diakui secara internasional.

PT Vale menjelaskan setiap proyek strategis yang dikembangkan, termasuk pembangunan fasilitas HPAL yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project Morowali, telah melalui proses perencanaan, perizinan, kajian teknis, hingga pengawasan yang dilakukan secara cermat sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, pembangunan fasilitas HPAL di Sambalagi berada pada tahap konstruksi dengan progres sekitar 21,54 persen. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Menurut perusahaan, pembangunan fasilitas pengolahan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendukung agenda hilirisasi industri nikel nasional. Proyek tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global bahan baku baterai kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

Dalam pelaksanaannya, PT Vale memastikan seluruh aspek pengembangan proyek dijalankan sesuai standar teknis dan ketentuan regulasi yang berlaku. Hal itu mencakup tata kelola investasi, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga pengelolaan serta perlindungan lingkungan hidup dengan prinsip kehati-hatian.

Perseroan juga menyatakan terbuka terhadap berbagai mekanisme pengawasan, evaluasi, maupun audit dari otoritas yang berwenang sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam.

Sejalan dengan pembangunan fasilitas tersebut, hingga awal 2026 PT Vale telah melakukan penjualan bijih nikel jenis saprolite sekitar 2,2 juta wet metric ton. Penjualan dilakukan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kesinambungan operasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral nasional selama proses penyelesaian pembangunan fasilitas hilirisasi berlangsung.

Selain fokus pada pengembangan industri, perusahaan juga menyebut terus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Sejumlah inisiatif dilakukan, antara lain pengembangan fasilitas nursery untuk mendukung rehabilitasi lahan pascatambang serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasi.

Program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

PT Vale berpandangan pengelolaan sumber daya mineral strategis harus dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan serta mampu memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. Karena itu, perusahaan menyatakan akan terus mendorong dialog konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap pengembangan proyek berjalan sesuai regulasi, memperhatikan perlindungan lingkungan, dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655932/pt-vale-respons-sorotan-publik-soal-proyek-hpal-sambalagi-tegaskan-komitmen-transparansi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke