KOMPAS.TV - Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto, menilai pola kejahatan dalam kasus kematian aktivis pelabuhan Ermanto Usman mengarah pada dugaan pembunuhan yang telah direncanakan.
Dari penelusuran di lokasi kejadian, terduga pelaku diduga masuk ke rumah korban dengan memanjat pagar, lalu masuk melalui jendela sebelum menuju langsung ke kamar Ermanto Usman.
Ia menilai ada pihak yang berperan sebagai pengawas lingkungan, sementara pelaku lain bertindak sebagai eksekutor.
Selain itu, pelaku juga diduga telah mengetahui titik-titik blind spot di sekitar rumah, termasuk area yang tidak terpantau kamera pengawas.
Lucky menilai pola tersebut menunjukkan bahwa pelaku sudah memahami kondisi rumah dan lingkungan sekitar sebelum melakukan aksinya.
Menurutnya, target utama pelaku juga tampak bukan sekadar harta benda, melainkan korban itu sendiri.
Hal ini terlihat dari cara pelaku yang langsung menuju kamar korban tanpa terlihat mencari atau menggeledah barang berharga di bagian rumah lainnya.
Lucky menilai terdapat dua kemungkinan tipologi kejahatan dalam kasus ini, yakni perampokan yang berujung pembunuhan, atau pembunuhan yang disamarkan sebagai perampokan.
Lucky juga menyoroti barang yang hilang dari rumah korban sebagian besar merupakan barang pribadi seperti telepon genggam, dompet hingga kunci.
Jika tidak ada barang bernilai besar yang hilang, maka motif utama kejahatan bisa saja berkaitan dengan intimidasi atau bahkan dendam terhadap korban.
Ia juga menilai tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang dekat yang mengetahui aktivitas dan kondisi rumah korban.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/x3ZSSLORhfo?si=ftINnVwo7LgEN6PO
#aktivis #pelabuhan #tewas
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/655924/kematian-ermanto-usman-dibedah-kriminolog-diduga-bukan-perampokan-mengarah-pembunuhan-dipo