KOMPAS.TV - Kasus kematian aktivis pelabuhan sekaligus pensiunan operator peti kemas PT Jakarta International Container Terminal atau JICT, Ermanto Usman, terus menyita perhatian publik.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, turut menyoroti kematian Ermanto. Rieke mengaku mengenal sosok Ermanto sejak polemik besar di sektor kepelabuhan pada tahun 2015.
Saat itu, Ermanto yang merupakan pengurus Serikat Pekerja JICT dikenal vokal menolak perpanjangan kerja sama antara Pelindo II dengan pihak swasta dalam pengelolaan dan operasional JICT
.Kerja sama tersebut saat itu diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Perjuangan Ermanto bersama serikat pekerja mendorong DPR membentuk Panitia Khusus Hak Angket Pelindo II untuk mengusut polemik tersebut. Pansus itu kemudian diketuai oleh Rieke Diah Pitaloka.
Berkaca dari rekam jejak tersebut, Rieke menduga kematian Ermanto tidak semata-mata berkaitan dengan tindak kriminal biasa.
Menurutnya, hingga akhir hayatnya, Ermanto masih aktif mendorong agar dugaan korupsi di sektor kepelabuhan dibuka secara terang.
Rieke juga menyoroti tidak adanya barang berharga yang hilang dari rumah korban, sehingga ia meminta agar kasus ini tidak serta-merta dibingkai sebagai perampokan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/x3ZSSLORhfo?si=ftINnVwo7LgEN6PO
#aktivis #pelabuhan #tewas
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/655915/rieke-diah-pitaloka-soroti-kematian-aktivis-pelabuhan-ermanto-usman-jangan-di-framing-perampokan