KOMPAS.TV - Kematian Ermanto Usman, pensiunan operator peti kemas PT JICT sekaligus aktivis pelabuhan yang vokal, menimbulkan pertanyaan. Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bertemu dengan anak sulung korban, yakni Fiandy A. Putra.
Ia menuturkan pada malam kejadian mendobrak pintu kamar, lantaran terkunci dari dalam. Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah.
Penyidik kepolisian menemukan jejak hitam di tembok pagar rumah.
Menurut Putra, kemungkinan besar pelaku masuk ke rumah melewati tembok pagar. Kemudian masuk ke dalam dengan mencongkel jendela.
Pelaku diduga langsung masuk ke kamar korban dan mengunci dari dalam. Anehnya, kunci kamar tersebut hilang. Putra menduga kunci kamar almarhum ayahnya dibawa oleh sang pelaku.
Anak bungsu korban menyadari bahwa pelaku pembunuhan mencabut kabel wifi rumah.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/x3ZSSLORhfo?si=ftINnVwo7LgEN6PO
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/655889/kejanggalan-tewasnya-ermanto-usman-kamar-terkunci-kunci-hilang-wifi-dicabut-dipo-investigasi