TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru Bicara Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa harga minyak akan melonjak di atas 200 dolar per barel menyusul serangan ke kilang minyak di Teheran.
“Jika kalian sanggup menahan harga minyak di atas 200 dolar per barel, lanjutkan permainan ini,” ujar Ebrahim dalam konferensi pers, pada Senin (9/3/2026).
Ia pun mendorong agar negara-negara Muslim di kawasan Teluk memberi peringatan terhadap Amerika Serikat dan Israel terkait serangan terhadap fasilitas minyak.
“Jika tidak, aksi serupa akan terjadi di wilayah ini,” tandasnya.