Perang Iran dan Israel-Amerika Serikat telah menyebabkan navigasi kapal di Timur Tengah karut-marut alias kacau balau. Akibatnya, sekitar 1.000 kapal di kawasan Teluk Persia dan teluk Oman sempat dilaporkan kehilangan sinyal sistem navigasi satelit (GPS).
Akibat gangguan GPS yang ditimbulkan oleh konflik Timur Tengah yang memanas di Iran dan Israel, banyak kapal yang kesulitan menentukan posisi mereka secara akurat, baik untuk waktu sementara mau pun seterusnya.
Para ahli menjelaskan bahwa sistem navigasi yang digunakan pada banyak kapal masih lebih sederhana dibandingkan teknologi navigasi yang ada pada ponsel pintar modern. Kondisi ini membuat kapal-kapal tersebut menjadi sangat rentan terhadap gangguan sinyal, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut.