Sepuluh hari setelah serangan setelah Operasi Epic Fury, Sabtu (28/3/2026) hingga Senin (9/3/2026), perang melawan Iran justru mengungkap kelemahan terbesar Washington.
AS tidak memiliki tujuan yang jelas. Trump terus berganti narasi, dari seruan pemberontakan rakyat, klaim tak peduli masa depan Iran, hingga ambisi memilih sendiri pemimpin Teheran. Sementara Pentagon kebingungan menerjemahkan keinginan presidennya ke dalam peta serangan nyata.
Ambisi pergantian rezim pun kandas di tangan mereka sendiri, setelah calon-calon mitra negosiasi yang sudah diidentifikasi Gedung Putih ikut tewas dalam serangan pembuka. Iran bergerak jauh lebih cepat. Konstitusi mereka sudah mengatur skenario ini, kepemimpinan baru langsung terbentuk.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Video Game Soldiers - Twin Musicom
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #iranamerika #perangiran