FLORES TIMUR, KOMPAS.TV - Bentrok antarwarga pecah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Konflik yang melibatkan dua kampung tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga dan sebuah gudang terbakar. Situasi ini juga membuat anak-anak sekolah harus dievakuasi demi keselamatan.
Peristiwa bentrok terjadi antara warga Desa Lewonara Sausina dan Desa Bele Waiburak pada Jumat siang. Ketegangan antarwarga diduga dipicu oleh sengketa lahan tanah ulayat yang telah lama menjadi persoalan di antara kedua kelompok masyarakat.
Dari sejumlah rekaman video amatir yang beredar, terlihat kepanikan warga saat api melahap beberapa bangunan. Warga berusaha menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang dari rumah mereka.
Untuk meredam situasi yang memanas, aparat gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi. Petugas berupaya mengendalikan massa sekaligus melakukan langkah mediasi agar konflik tidak meluas.
Selain mengamankan wilayah, personel gabungan juga mengevakuasi anak-anak sekolah yang saat itu hendak pulang ke rumah. Evakuasi dilakukan guna memastikan para siswa terhindar dari potensi bahaya di tengah situasi yang belum kondusif.
Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan aparat terus berupaya menenangkan kedua belah pihak dan mengimbau warga agar tidak terprovokasi.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat menahan diri serta memberi ruang bagi aparat dan pemerintah setempat untuk menyelesaikan persoalan sengketa lahan yang menjadi pemicu konflik.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/655697/sengketa-lahan-picu-bentrok-antar-kampung-di-flores-timur