KOMPAS.TV - Di tengah berkecamuknya perang Amerika Serikat, Israel dan Iran, kekhawatiran dirasakan sejumlah keluarga warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri pun membentuk tim respons krisis sebagai langkah perlindungan terhadap WNI di kawasan terdampak perang.
Perang yang tengah terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran turut memicu kecemasan sejumlah keluarga dari warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah.
Seperti keluarga pekerja migran Indonesia asal Situbondo, Jawa Timur ini. Hosniyah khawatir atas kondisi sang adik yang berada di Oman.
Meski situasi di sana dikabarkan aman, namun Hosniyah selalu berharap agar adiknya bisa cepat pulang.
Sang adik yang bernama Sri Wahyu Ningsih juga mengutarakan keinginannya untuk bisa pulang.
Keluarga berharap bisa segera bertemu Sri Wahyu Ningsih dan berkumpul kembali di tanah air.
Sementara di Iran, ada 329 warga Indonesia yang menetap di Iran.
Pemerintah menyebut telah mengevakuasi 32 WNI dari Iran ke Baku, Azerbaijan yang diperkirakan sampai pada Senin (9/3/2026) sore.
Di sisi lain, lima WNI menjadi korban kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman.
Dua WNI terluka, sedangkan tiga WNI lainnya masih dalam pencarian.
Di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, Kementerian Luar Negeri pun membentuk tim respons krisis.
Langkah ini diambil untuk melindungi WNI yang saat ini masih berada di kawasan terdampak perang.
Tim akan memantau perkembangan situasi konflik secara intensif sehingga pemerintah dapat bergerak cepat untuk melindungi WNI jika kondisi keamanan memburuk.
Baca Juga 3 ABK WNI Hilang Usai Kapal Tugboat Musaffah 2 Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz di https://www.kompas.tv/internasional/655652/3-abk-wni-hilang-usai-kapal-tugboat-musaffah-2-meledak-dan-tenggelam-di-selat-hormuz
#wni #timurtengah #perangiran
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/655654/perang-memanas-kemlu-bentuk-tim-respons-krisis-lindungi-wni-di-tengah-konflik-timur-tengah