KOMPAS.TV - Polisi masih menyelidiki kasus perampokan pasangan suami istri di Bekasi, yang menyebabkan sang suami tewas.
Penyidik menelusuri jejak pelaku dengan memeriksa sidik jari di sejumlah barang bukti.
Seorang pria ditemukan tewas dalam dugaan perampokan di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.
Namun di balik peristiwa ini muncul kejanggalan. Tak ada barang berharga yang hilang.
Polisi menyelidiki kasus kematian ini dengan menelusuri jejak pelaku dengan memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk sidik jari di seprai korban, jendela kaca yang pecah, serta jejak kaki di dinding rumah.
Keluarga mengenang korban sebagai pegiat anti korupsi yang berani mengungkap kasus korupsi.
Pihak keluarga menyerahkan semua proses penyelidikan kepada polisi.
Anggota Komisi Tiga Belas DPR yang membidangi HAM, Rieke Diah Pitaloka, minta polisi mengusut kasus perampokan pasutri yang membuat seorang pensiunan PT JICT di Bekasi, Jawa Barat, tewas.
Rieke meminta polisi untuk investigasi mendalam karena motif kematian korban yang dinilai janggal jika hanya disebut perampokan biasa.
Menurut Rieke, sampai usia pensiunnya, almarhum masih kerap memperjuangkan kasus korupsi pelabuhan. Rieke juga akan meminta perlindungan LPSK untuk keluarga korban.
Ermanto dan istri menjadi korban perampokan di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 2 Maret lalu.
Ermanto ditemukan tewas di atas kasurnya, sementara sang istri kritis karena luka berat akibat penganiayaan.
#perampokan #bekasi #pembunuhanpasutri
Baca Juga PM Pedro Sanchez Tegaskan Spanyol Tak Mau Terlibat Perang yang Dipimpin Trump di https://www.kompas.tv/regional/655145/pm-pedro-sanchez-tegaskan-spanyol-tak-mau-terlibat-perang-yang-dipimpin-trump
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/655151/dpr-minta-perlindungan-lpsk-untuk-keluarga-korban-pembunuhan-dan-perampokan-di-bekasi-sapa-siang