Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington ingin memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
Trump juga menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran tersebut, bukan pilihan yang dapat diterima bagi Amerika Serikat.
Pernyataan Trump memicu perhatian karena ia juga membandingkan situasi Iran dengan perubahan kekuasaan yang pernah terjadi di Venezuela.
Selain itu, komentar tersebut memunculkan kembali ingatan sejarah mengenai keterlibatan Amerika Serikat dalam perubahan pemerintahan Iran pada tahun 1953.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Novyana Nurmita Dewi Narator: Novyana Nurmita Dewi Video Editor: Novyana Nurmita Dewi Produser: Novyana Nurmita Dewi
#Global #Perang ##cclabs #DonaldTrump #Ayatollah Ali Khamenei #Mojtaba Khamenei